Penantian ini serasa menyengat
Gemuruh ombak terus mengahantam
Awan terus mengepung menggulung badai hitam
Hanya kegelapan...
Betapa tercengang mata memandang
Sinarmu yang hilang kini kembali datang
Jiwa yang layu mekar kembali
Semangat juang mengisi kekosongan hati
Akankah kau kan pergi lagi?
Langkah kita masih panjang
Rintangan demi rintangan terus menghadang
Kuatkan tekad teguhkan iman
Ayo maju berperang!
Lawan bukanlah yang didepan
Tapi lawan ada didalam
Didalam dirimu
Didalam nafsumu
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Juni 2009
Rabu, 31 Desember 2008
Musim Semi
Malam ini terasa beda
Ku dengar suara dikehampaan
Ia menyapaku, dan ucapkan salam
Senyum ini pun tak bisa kutahan
Hati yang kering diterjang kemarau
Kini bersemi kembali
Ntah sampai kapan musim semi ini bertahan
Semoga tak'kan pernah berlalu seperti yang dulu
Ya, aku me-yakini Inilah kehidupan
Semua silih berganti seiring bejalannya waktu
Tak mampu berbuat apa-apa
Karena aku adalah aktor kehidupan
Semua sudah disetting sedemikian rupa
Tinggal menjalani apa yang sedang terjadi
Anehnya, aku belum tahu berperan apa
Ku harus melewati adegan demi adegan untuk mengetahuinya
2008 akan usai, berganti 2009
Yang terlewati tak mungkin kembali
Kuharap musim ini tak'kan terhenti
'kan selalu menemani
Bersama-sama menapaki jalan ini
Wonosobo, 30 Desember 2008
Ku dengar suara dikehampaan
Ia menyapaku, dan ucapkan salam
Senyum ini pun tak bisa kutahan
Hati yang kering diterjang kemarau
Kini bersemi kembali
Ntah sampai kapan musim semi ini bertahan
Semoga tak'kan pernah berlalu seperti yang dulu
Ya, aku me-yakini Inilah kehidupan
Semua silih berganti seiring bejalannya waktu
Tak mampu berbuat apa-apa
Karena aku adalah aktor kehidupan
Semua sudah disetting sedemikian rupa
Tinggal menjalani apa yang sedang terjadi
Anehnya, aku belum tahu berperan apa
Ku harus melewati adegan demi adegan untuk mengetahuinya
2008 akan usai, berganti 2009
Yang terlewati tak mungkin kembali
Kuharap musim ini tak'kan terhenti
'kan selalu menemani
Bersama-sama menapaki jalan ini
Wonosobo, 30 Desember 2008
Jumat, 28 November 2008
Syair Untukmu
Kutuliskan sebuah syair untukmu
Sebagai obat dikala kau rindu padaku
Karena aku, tak selalu di sisi
Dan tak selalu menemani
Yakinlah bahwa aku setia padamu
Hanya engkau yang ada dalam hatiku
Karena engkau, lentera dihati
Dan penerang dimalam sunyi
Kita gapai impian bersama
Arungi kasih di samudera cinta
Cinta hanya milik kita berdua
Satu untuk selamanya
Wonosobo, 19 Nopember 2008
Sebagai obat dikala kau rindu padaku
Karena aku, tak selalu di sisi
Dan tak selalu menemani
Yakinlah bahwa aku setia padamu
Hanya engkau yang ada dalam hatiku
Karena engkau, lentera dihati
Dan penerang dimalam sunyi
Kita gapai impian bersama
Arungi kasih di samudera cinta
Cinta hanya milik kita berdua
Satu untuk selamanya
Wonosobo, 19 Nopember 2008
Kamis, 16 Oktober 2008
K
Ketika mata tak mampu melihat
Ketika telinga tak mampu mendengar
Ketika hidung tak mampu mencium
Ketika kulit tak mampu merasa
Ketika nafas…tak mampu menghembus
Kesunyian…
Kehampaan…
Kesendirian…
Kebimbangan…
Ketakutan…
Kekecewaan merajai
Kehidupan menjadi saksi
Kematian menjadi bukti
…
……
Wonosobo, 12 September 2008
Selasa, 07 Oktober 2008
Kosong…
Kosong…
Dimana aku ini?
Tak ada gelap tak ada terang
Ruang dan waktu semua hilang
Ku harus mencari kemana?
Disini tak ada arah
Ku harus tinggal dimana?
Disini tak ada tempat
Kosong…
Alam apa ini?
Tak ada rasa, tak ada suara
Apa yang ada semua sirna
Mimpikah aku sebenarnya?
Tapi, aku masih terjaga
Matikah aku kenyataannya?
Tapi, nafas masih ku hela
Wonosobo, 18 September 2008
Dimana aku ini?
Tak ada gelap tak ada terang
Ruang dan waktu semua hilang
Ku harus mencari kemana?
Disini tak ada arah
Ku harus tinggal dimana?
Disini tak ada tempat
Kosong…
Alam apa ini?
Tak ada rasa, tak ada suara
Apa yang ada semua sirna
Mimpikah aku sebenarnya?
Tapi, aku masih terjaga
Matikah aku kenyataannya?
Tapi, nafas masih ku hela
Wonosobo, 18 September 2008
Tiada Yang Kekal
Mahabesar Allah yang menciptakan alam seisinya
Subhanallah…
Alangkah sempurna mahakarya~Nya
Menciptakan hati, pikiran, jiwa dan raga
Hati yang mampu merasakan suka-duka
Pikiran yang mampu menjamah alam seisinya
Jiwa yang mampu menuntun kepada sang pencipta
Raga yang selalu mendampingi kehidupan didunia
Masyaallah…
Akankah semua ini abadi?
Ah, ternyata itu mustahil…
Yang kekal hanya Allah Rabbil ‘Izzati
Tapi kenapa aku masih takut mati?
Astaghfirullah…
Berat sekali melepas perhiasan palsu
Tertipu yang sebenarnya bukan milikku
Adakah yang bisa menyadarkanku?
Dapatkah aku bertemu dengan Rabb~ku?
Wonosobo, 17 September 2008
Subhanallah…
Alangkah sempurna mahakarya~Nya
Menciptakan hati, pikiran, jiwa dan raga
Hati yang mampu merasakan suka-duka
Pikiran yang mampu menjamah alam seisinya
Jiwa yang mampu menuntun kepada sang pencipta
Raga yang selalu mendampingi kehidupan didunia
Masyaallah…
Akankah semua ini abadi?
Ah, ternyata itu mustahil…
Yang kekal hanya Allah Rabbil ‘Izzati
Tapi kenapa aku masih takut mati?
Astaghfirullah…
Berat sekali melepas perhiasan palsu
Tertipu yang sebenarnya bukan milikku
Adakah yang bisa menyadarkanku?
Dapatkah aku bertemu dengan Rabb~ku?
Wonosobo, 17 September 2008
Sabtu, 13 September 2008
Bohong
Bohong…
Manusia pengecut yang sukanya Bohong…
Anehnya, mereka tak merasa Bohong…
Bohong…
“Yang penting gue selamat, meski Bohong…”
Itulah yang jadi andalan pembohong…
Bohong…
Aku banyak teman jika berBohong…
Sebab mereka tak tahu kalau aku Bohong…
Bohong…
Penasehatku aja Bohong…
Gue boleh ikut dong, Bohong…
Bohong…
Aku sedang berBohong…
Kok kamu percaya sama orang Bohong…
Wonosobo, 12 September 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
